Pelaku Pariwisata Nikmati Sajian Budaya Kabupaten Lingga

Para wisatawan dan pelaku pariwisata dari berbagai negara di ASEAN tampak menikmati sajian kreasi kebudayaan dari Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), di Travelodge Hotel, Batam, Rabu (3/4) malam. Mulai dari tarian, silat, gurindam, dan atraksi kesenian khas budaya Melayu, serta sajian informasin seputar pariwisata di Kabupaten Lingga membuat wisatawan terkagum. Kegiatan yang diberi nama Lingga Night ini, bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata di Kabupaten Lingga kepada negara tetangga. Harapannya, kedepan wisatawan tertarik untuk mengeksplorasi kekayaan Lingga lebih dalam lagi. Selain itu, tujuan lainnya yaitu, menjadikan Lingga sebagai salah satu destinasi tujuan pariwisata di Kepri di masa mendatang.

Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepri, Irwandi Azwar menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Triangle Tourism Travel Mart (3TM) yang masuk dalam kalender even Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Mempertemukan pelaku pariwisata dengan wisatawan dari berbagai negara di ASEAN.

Hadirnya Lingga dalam rangkaian acara mulai tanggal 2 sampai 5 April 2019 ini, menjadi kesempatan yang benar-benar dioptimalkan. Lingga Night pun mendapat sambutan hangat dari ratusan peserta kegiatan 3TM kedua ini. “Atraksi yang disajikan cukup banyak. Peserta dari negara tetangga juga antusias dengan persembahan yang diberikan,” kata Irwandi di sela acara. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lingga, Raja Fahrul Razi mengungkapkan, pengembangan sektor pariwisata memang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Lingga. Pada 2019 ini,

Anggaran terbesar dari APBD Lingga dialokasikan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata. Fahrul menambahkan, Disparpora Lingga akan terus berupaya menjadikan kabupaten yang dikenal dengan Bunda Tanah Melayu ini sebagai destinasi unggulan untuk menarik wisatawan di Kepri. Di samping beragam upaya yang telah dilakukan, Fahrul mengungkapkan bahwa, pihaknya juga berharap dukungan dari berbagai pihak.

Terutama untuk menghadirkan kemudahan akses menuju Kabuapten Lingga. Saat ini, frekuensi kapal yang menjadi transportasi utama menuju Kabupaten Lingga dinilai masih sedikit dan belum memudahkan wisatawan untuk berkunjung. “Kita berharap, banyak agensi travel yang akan menyuarakan hal tersebut. Sehingga, menggerakkan instansi terkait untuk bisa menghadirkan kemudahan transportasi ke Lingga,” ungkap Fahrul.